Senin, 15 Desember 2014

Ceria Bersama Dream Maker

Beberapa bulan yang lalu, aku diajak untuk menjadi volunteer pada kegiatan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Dream Maker yang dilaksanakan oleh beberapa mahasiswa dari jurusan Sosiologi Unsyiah. Bang Roma adalah ketua dari tim PKM ini sekaligus abang letingku di kampus. Kegiatan PKM Dream Maker ini dilaksanakan di Gp. Baet Lampuot Sibreh Aceh Besar selama satu hari. Adapun tujuan diadakannya pelatihan Dream Maker di kampung ini dengan objeknya adalah anak-anak, yaitu untuk menekan angka putus sekolah.

Gp. Baet Lampuot termasuk daerah bekas konflik antara GAM dan Pemerintah RI dengan angka putus sekolah yang lumayan tinggi. Berawal dari latar belakang inilah akhirnya bang Roma beserta tim mengusulkan sebuah proposal pada seleksi PKM yang diadakan oleh Dikti. Karena tim bang Roma kekurangan orang, akhirnya aku diajak untuk menjadi volunteer, kebetulan aku juga mahasiswa sosiologi dan merupakan Alumni Dream Maker makanya diajak haha.

Kegiatan Dream Maker ini diikuti oleh anak-anak Gp. Baet yang berusia 5-12 tahun. Materi yang diberikan pun beragam, mulai dari presentasi tentang impian, kemudian nonton film motivasi, menari, dan yang terakhir menuliskan mimpi terbesar mereka di sebuah kertas.

Pemaparan materi "Aku dan Cita-Cita"

nari dulu biar semangat :D

Pemaparan tentang impian yang sudah digambar
Senang rasanya dapat berbagi ilmu dan keceriaan pada adik-adik Gp. Baet melalui kegiatan Dream Maker ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan kita sebagai agen of change selalu peka terhadap permasalahan sosial yang ada di lingkungan kita. Yang adik-adik ini inginkan bukan lah uang ataupun materil lainnya, cukup dengan kedatangan kita dan ilmu yang kita berikan sudah sedikit memberikan kebahagiaan bagi mereka. Ayoo adik-adik, tetap semangat dan jangan pernah putus sekolah ya, kejarlah semua impian kalian demi kemajuan keluarga, nusa dan bangsa !!

Foto bareng seusai acara Dream Maker

Rabu, 10 Desember 2014

Serunya Kegiatan OBL 2014 di Aceh Tamiang

Bahagia itu ketika kita mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah kita datangi sebelumnya, ya bisa dibilang jalan-jalan sih, apalagi sambil belajar dan ngumpul sama kawan baru, beeeh....seru abiiiis!!

Awal juni 2014 lalu, aku dan Mahdi Ibrahim mengikuti kegiatan Orientasi Budaya Lokal 2014 yang dilaksanakan oleh BPNB (Badan Pelestarian Nilai dan Budaya) Banda Aceh. OBL tahun ini lokasinya di Aceh Tamiang, kampungnya si Mahdi cuy, hha. Sangat senang sekali ketika tau akan mengunjungi kampungnya Mahdi dan ga sabar buat obrak abrik apa aja potensi budaya yang dimiliki Aceh Tamiang. Jadi ceritanya kami diutus oleh Prodi Sosiologi Unsyiah dan Himasio (Himpunan Mahasiswa Sosiologi) untuk jadi perwakilan pada kegiatan OBL tahun ini. Peserta OBL terdiri dari 40 orang yang terbagi dalam 2 wilayah kerja yaitu Aceh dan Sumatera Utara.

Peserta dari Aceh yaitu: Unsyiah, Unimal, Unsam, UIN Ar-Raniry, dan lain-lain, sedangkan dari Sumut ada: USU, Unimed, UMSU, dll. Peserta yang dipilih juga berasal dari jurusan-jurusan tertentu seperti Sosiologi, Komunikasi, Antropologi, Sejarah, Hukum,dan Ekonomi dengan masing-masing jurusan kuotanya sebanyak 2 orang. Aduuh, kawan baru lagi, senangnya tuh disana....

40 Peserta OBL 2014
Pembukaan OBL 2014 di Kantor Bupati Aceh Tamiang
Acara OBL berlangsung selama 4 hari di Hotel Moriellisa, Aceh Tamiang. Akhirnya anak kos naik pangkat bisa tidur di hotel #ehh. Acara hari pertama yaitu pembukaan formal yang di buka langsung oleh Wakil Bupati Kab. Aceh Tamiang di Kantor Bupati dan kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian khas Tamiang, lalu Seminar Budaya Tamiang, dan sorenya ditutup dengan kegiatan Out Bound. Malamnya kami dibagi kelompok menjadi 4 kelompok dengan anggota masing-masing 10 orang dari jurusan dan universitas yang berbeda. Tiap kelompok juga diberikan topik yang berbeda untuk melakukan penelitian di lapangan tentang nilai budaya Aceh Tamiang dan kemudian dilanjutkan dengan membuat karya tulis ilmiah.

Di hari kedua, paginya setelah selesai sarapan setiap kelompok langsung bergerak untuk melakukan penelitian di kampung-kampung yang berbeda. Kebetulan aku kelompok 1 dan mendapat tema yaitu tentang akulturasi budaya, dimana kami mengangkat tentang akulturasi budaya antara etnis tamiang sebagai penduduk asli dengan etnis jawa yang berstatus sebagai pendatang. Lokasi penelitian kami di Kampung Simpang Kanan dan Tanjung Mancang, disitu terdapat perkampungan suku jawa dan suku asli tamiang serta campuran, dan mereka hidup secara berdampingan. Rata-rata pekerjaan mereka adalah sebagai buruh Perusahaan Kelapa Sawit yang ada di Aceh Tamiang.


Penelitian Lapangan
Hari ketiga, kegiatan masih seputar penelitian di lapangan, dan pada hari terakhir barulah dimulai presentasi kelompok untuk memaparkan karya tulis ilmiah dari hasil penelitian yang telah dilakukan selama dua hari berturut-turut di lapangan. Alhamdulillah, ketika diumumkan kelompok yang menjadi juara, tak disangka kelompokku menjadi juara 1 lomba karya tulis ilmiah. Sungguh ini nikmat yang paling luar biasa haha, ternyata perjuangan kami selama 2 hari melakukan penelitian dan membuat karya tulis ilmiah tidak sia-sia.

Empat hari sudah kegiatan ini berlangsung, tak disangka juga pertemuan kami harus berakhir secepat ini. Inilah bagian yang paling tidak ku suka, namun itulah yang namanya hidup, setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Bukan juara yang kita kejar pada kegiatan ini, ada hal yang lebih berharga, yaitu pengalaman, pengetahuan, dan yang paling penting adalah persaudaraan.

Senang, sedih, canda tawa, kita lewati selama 4 hari, semua kenangan masih tersimpan di kepalaku, semoga di lain waktu kita bisa berjumpa lagi keluarga baruku. Maju terus generasi penerus bangsa, jangan lelah dan kalah, karena harapan bangsa yang sesungguhnya ada di pundak kita semua. Salute to you all!!

Beberapa dokumentasi kegiatan OBL 2014 lainnya:









Selasa, 09 Desember 2014

Dream Maker, Dream It Make It Happen

Akhir bulan maret 2014 lalu, aku mengikuti sebuah acara kepemudaan yang bernama Dream Maker. Dream Maker adalah sebuah pelatihan kepemudaan dimana pemuda dari seluruh Aceh berkumpul, berdiskusi dan saling menginspirasi. Penyelenggara acara ini adalah organisasi kepemudaan yang bernama The Leader. Acara Dream Maker dilaksanakan di Aula BKKBN selama tiga hari berturut-turut.

Adapun materi dan sesi pada pelatihan ini adalah Dream Revolution dan Dream Plan, peserta diminta menuliskan apa saja cita-cita dan mimpi terbesar yang mereka miliki. Kemudian ada sesi River of Life yaitu peserta menceritakan melalui gambar sungai tentang perjalanan hidup mereka dari sejak kecil hingga sekarang dan kesuksesan apa saja yang telah diraih. Selain itu juga ada sesi Dinamika Kelompok, Public Speaking, dan yang paling menarik adalah sesi Aceh Luar Biasa. Pada sesi ini peserta dipertemukan oleh pemuda-pemuda inspiratif yang telah berbuat banyak untuk Aceh di bidangnya masing-masing.

Peserta Dream Maker 2014
Sesi River of Life
Public Speaking
Banyak pelajaran yang aku dapat selama mengikuti acara Dream Maker ini, terutama pengalaman, ilmu, dan networking. Pelatihan ini telah memotivasi aku untuk terus mengejar mimpi, tak ada yang tidak mungkin setelah kita melihat keberhasilan orang lain, dan sebenarnya kita pun bisa melakukannya. Banyak pemuda-pemuda Aceh yang telah terlebih dahulu bergerak dan berbuat sesuatu baik tingkat lokal dan nasional.
"Pemuda adalah orang yang membuat perubahan, bukan malah menuntut perubahan."
Dream maker juga merupakan sebuah awalan sekaligus menjadi batu loncatan untuk aku terus maju dan berbuat demi kemajuan lingkungan sekitar. Dan terbukti sampai hari ini aku telah mengikuti dan terus mencoba aktif di beberapa acara-acara kepemudaan. Motivasi yang didapat dari Dream Maker membuat aku lebih bersemangat untuk terus mengabdi dan berbuat sesuatu untuk masyarakat . Terimakasih Dream Maker.